12/03/2021. tafsir surah al anfal. Tafsir Surah Al Anfal Ayat 16-17 melanjutkan pembicaraan sebelumnya, yakni larangan melarikan diri dari pertempuran. Hal tersebut diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu.
Al-Qur'an Surah Al-Anfal Ayat 17 فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَـٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَـٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ
Tafsir. Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah memerintahkan Ali bin Abi thalib: Ambilkan segenggam tanah, Ali mengambilnya dan diberikan kepada Rasul lalu dilemparkan kepada orang-orang musyrik, maka tidak seorangpun dari mereka kecuali terkena matanya, maka turunlah ayat ini.
Allah menurunkan ayat ini (al-Anfaal: 17) berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai penegasan bahwa yang melempar panah itu adalah Allah swt. Keterangan: Hadits yang masyur berkenaan dengan turunnya ayat ini (al-Anfaal: 17) adalah peristiwa yang terjadi dalam perang Badr, di waktu Rasulullah saw. melemparkan segenggam batu-batu kecil hingga
Asbabun Nuzul Surah Al-Anfaal Ayat 17 Imam Hakim telah meriwayatkan sebuah hadis melalui Said bin Musayyab dari ayahnya yang telah menceritakan, bahwa pada saat perang Uhud Ubay bin Khalaf menyerang Nabi saw., para sahabat membiarkannya, tetapi ia dihadapi oleh Mushab bin Umair.
CgjqPG.
tafsir surah al anfal ayat 17