Bab 1 Perkembangan Asuransi Syariah. Bab 2 Konsep Dasar Akuntansi. Bab 3 Sistem Operasional Asuransi Syariah dan Konvensional. Bab 4 Konsep dan Implementasi Akad Muamalah pada Asuransi Syariah. Bab 5 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah dan PSAK 108. Bab 6 Laporan Keuangan Asuransi Syariah. Bab 7 Akuntansi Dana Peserta.
Asuransi Syariah adalah sebuah sistem di mana para peserta saling menanggung risiko (sharing of risk) dengan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi melalui dana tabarru’, yang akan digunakan untuk membayar klaim, atau jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian peserta. Peranan perusahaan di sini adalah sebagai pemegang amanah
Dalam asuransi syariah peran underwriter adalah sebagai berikut:11 a) Mempertimbangkan resiko yang dianjurkan. b) Memutuskan untuk menerima atau tidak resikio-resiko tersebut. 10 Muhammad Syakir Sula, Asuransi Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani, Jakarta: 2004, hlm. 250. 11 Ibid…hlm. 257.
Perbedaan utama asuransi syariah dengan asuransi konvensional menurut Maksum (2011) yaitu pada tujuan dan landasan operasional. Asuransi syariah bertujuan untuk saling tolong menolong (ta'awuni
Selain Asuransi Syariah ada juga Asuransi Konvensional yang mana letak perbedaan antara kedua asuransi itu ada pada bagaimana risiko asuransi itu dikelola dan ditanggung serta bagaimana dana asuransi itu dikelola. Asuransi syariah memiliki dasar hukum yang bersumber dari : 1. Al-Qur’an a. Qs. Al – Hasyr (59): 18 b. Qs. Al – Maidah (5): 1
w45M.
pertanyaan tentang sistem operasional asuransi syariah